| |
Kota Bharu - Tahun ini, Unity Cup (Piala Perpaduan) mempertemukan Kelantan FA dengan Persebaya. Rencananya, agenda ini bakal dirutinkan tiap tahun. Mempertemukan juara Liga Malaysia (MSL) dengan juara Indonesian Premier League (IPL). Demikian didedahkan Presiden Bola Sepak Amatur Kelantan (KAFA) Tan Sri Datuk Seri Panglima Haji Annuar Musa, seperti dilansir website IPL, Minggu (25/12/2011). "Unity Cup mempertemukan juara IPL dari Indonesia dan juara MSL dari Malaysia. Soal dari mana kos penyelenggarannya, nanti kita bahas lebih lanjut," tutur Sri Annuar. Masalah dana penyelenggaraan itu memang sempat merisaukan CEO Persebaya Dityo Pramono. Bila yang mewakili Indonesia adalah kelab-kelab yang punya basis sokongan jelas dan besar, mungkin tidak ada masalah. "Dananya boleh kita cari dari hasil jualan tiket. Tapi seandainya yang juara nanti kelab yang tidak punya penonton, bagaimana?" katanya. Annuar mendedahkan, khusus untuk Unity Cup, boleh saja penyelenggaraannya nanti ditanggung renteng oleh sponsor, kementerian sukan, persekutuan kedua-dua negara, serta MSL dan IPL. "Tentu saja kelab juga ikut keluar kos tapi tidak besar," kata lelaki yang juga Timbalan Presiden Bola Sepak Malaysia (FAM) itu.
Bagaimana dengan Piala Permai? Annuar punya pemikiran agar even itu digelar khusus untuk Kelantan FA dan Persebaya. "Kalau Piala Permai biarlah jadi urusan antara Kelantan dan Persebaya saja. Yang penting harus rutin, walau mungkin tidak mesti setahun sekali," katanya diangguki Dityo Pramono. Ke depan Annuar berharap hubungan Kelantan dan Persebaya semakin berkembang dan menyentuh aspek sosial juga. Dengan begitu warga Kelantan mahupun Kuala Lumpur boleh merasakan sisi positifnya. Annuar mencontohkan, pihaknya pernah mengadakan perlawanan persahabatan menentang Negeri Sembilan. "Sebahagian hasilnya kita ketepikan untuk membantu mangsa gempa di sana. Saya kira hal-hal seperti ini juga boleh dilakukan dengan Persebaya," katanya lagi. Kebetulan Annuar punya sejarah kedekatan dengan Kuala Lumpur. Saat masih menjadi ketua Permai, pihaknya pernah memberikan sumbangan kepada panitia pembangunan Masjid Al Akbar Surabaya. Hal itu boleh terjadi berkat hubungan baik antara Permai dan Prima (Persahabatan Indonesia Malaysia) yang ketika itu diketuai Try Sutrisno. "Sumbangan itu untuk bikin perpustakan di masjid. Nanti kalau pas di Kuala Lumpur ada waktu saya akan mampir ke Masjid Al Akbar," janji Annuar, yang tak lain mantan Menteri Belia dan Sukan Malaysia. - dipetik dari portal sukan indonesia.
|
|